“Pernahkan terpikir oleh
kalian bagaimana peralatan elektronik seperti TV, Kulkas, AC, lampu, kipas
angin, dan lain-lain dapat menyala? Bagaimana arus listrik dapat mengalir
melalui kabel dari sumber arus listrik (PLN) ke peralatan elektronik yang
terpasang tersebut?”
“Mengapa kalian perlu
belajar listrik? Ya, siapa tahu di masa depan kalian bisa memperbaiki instalasi
listrik di rumah, atau peralatan listrik, dsb.
Secara umum, listrik dapat
dipahami sebagai sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik
timbul karena muatan listrik mengalir dari ujung saluran atau kabel positif ke
ujung negatif. Listrik terbagi menjadi dua jenis, yakni listrik statis dan
listrik dinamis.
Kebutuhan
manusia dalam hal listrik ini menunjukkan listrik dinamis sangat diperlukan
dalam kehidupan kita. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena listrik dinamis yang
berperan penting dalam kehidupan kita. Peralatan seperti televisi, kulkas, rice cooker,
komputer, radio tidak dapat menyala dengan sendirinya tanpa terhubung dengan
aliran listrik.
Listrik dinamis adalah muatan-muatan listrik yang
mengalir atau bergerak. Dilansir dari Circuit Globe, listrik dinamis adalah elektron yang bergerak
secara searah maupun bolak-balik dalam suatu konduktor atau yang biasa disebut
dengan aliran listrik. Listrik dinamis adalah kumpulan
elektron yang terus-menerus mengalir dari suatu titik ke titik lainnya. Aliran listrik tersebut mirip dengan aliran sungai yang
mengalir, sehingga listrik dinamis disebut dengan arus listrik.
Arus listrik adalah aliran
partikel bermuatan positif yang melalui konduktor atau penghantar dari potensial
tinggi ke potensial rendah. Arus listrik dapat dianalogikan dengan aliran air
yang terjadi karena adanya perbedaan ketinggian. Air dapat mengalir dari tempat
tinggi ke tempat yang rendah. Begitu juga dengan arus listrik dinamis yang
dapat bergerak dengan perbedaan energi potensial.
Listrik dinamis adalah listrik yang bergerak atau disebut arus listrik. Pada listrik dinamis, aliran partikel bermuatan dalam bentuk arus listrik dapat menghasilkan energi listrik. Arus listrik mengalir dari titik potensial lebih tinggi ke titik potensial lebih rendah, apabila kedua titik tersebut terhubung dalam suatu rangkaian tertutup.
Secara umum, kita
membedakan 2 jenis rangkaian yakni Rangkaian terbuka dan tertutup.
Rangkaian Terbuka adalah suatu rangkaian
yang belum dihubungkan dengan sumber tengangan, sedangkan rangkaian rangkaian
listrik tertutup adalah suatu rangkaian yang sudah dihubungkan dengan
sumber tengangan.
Perbedaan Antara Rangkaian Listrik Terbuka dan
Rangkaian Tertutup?
· Rangkaian
terbuka adalah suatu bentuk rangkaian di mana tidak ada arus yang dapat
mengalir dalam rangkaian karena ada bagian dalam rangkaian yang tidak terhubung
atau terhubung dengan komponen pemutus arus (seperti sakelar). Tidak ada arus
yang dapat mengalir melalui rangkaian terbuka karena arus dimatikan (rangkaian
terbuka).
· Rangkaian
tertutup adalah rangkaian yang memungkinkan arus mengalir sehingga lampu
memancarkan cahaya. Saat menghubungkan baterai, lampu, dan kabel, ternyata
sambungan tersebut saling berhubungan, sehingga rangkaian tersebut merupakan
rangkaian tertutup. Oleh karena itu, menutup rangkaian akan menghasilkan bola
lampu. Dalam rangkaian tertutup (skalar tertutup atau posisi terbuka), arus
mengalir dan lampu menyala.
Selanjutnya, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
arus listrik ?
Arus listrik adalah sebuah aliran yang terjadi akibat jumlah muatan listrik yang mengalir dari satu titik ke titik lain dalam suatu rangkaian tiap satuan waktu. Secara sistematis dirumuskan sebagai berikut:
Arus
listrik juga terjadi akibat adanya beda potensial atau tegangan pada media
penghantar antara dua titik. Semakin besar nilai tegangan antara kedua titik
tersebut, maka akan semakin besar pula nilai arus yang mengalir pada kedua
titik tersebut.
Hal ini ada kaitannya dengan Hukum ohm yang berbicara terkait hubungan antara hambatan (R), Besar kuat arus listrik (I) dan tegangan (V) yang dirumuskan sebagai berikut
Kuat arus yang melewati rangkaian listrik sangat dipengaruhi oleh jenis bahan penghantar yang digunakan. Setiap material logam memiliki sifat kelistrikan yang disebut dengan hambatan (resistansi). Semakin besar nilai hambatan suatu penghantar, maka semakin sulit arus listrik melewati. Sebaliknya semakin kecil nilai resistansi penghantar, semakin mudah dilewati arus listrik.
Contoh soal:
Sebuah kawat tembaga memiliki luas penampang 2 mm2. Jika panjang penghantar 2.000 m dan hambatan
jenisnya 0,02 Ωm. Berapa nilai hambatan kawatnya?
Pembahasan:
Diketahui:
A = 2 x 10-6 m2
l = 2.000 m
ρ = 0,02 Ωm
Ditanyakan: R =
….?
Jawaban:
R = ρ.l/A
R = 0,02 x 2.000/2
x 10-6
R = 2 x 107 Ω
Secara penyusunan, rangkaian
juga dibedakan menjadi 2 yakni Rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian
seri adalah rangkaian dimana tidak terdapat percabangan, sedangkan pada
rangkaian paralel akan ditemukan percabangan.
Perhatikan gambar
diatas, pada Gambar (1) Rangkaian seri, Gambar (2) Rangkaian paralel, dan Gambar
(3) Rangkaian campuran.
Berikut ini adalah rumus dari rangkaian seri
yang perlu kamu pahami:
Rs = R1 + R2 + R3 + . . .
Keterangan:
Rs = Hambatan Total Rangkaian Seri (Ω atau Ohm)
R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)
R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)
R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)
Sedangkan, rumus rangkaian paralel yang perlu
dipahami:
1/Rs = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + . . .
Keterangan:
Rp = Hambatan Total Rangkaian Paralel (Ω atau Ohm)
R1 = Hambatan Pertama (Ω atau Ohm)
R2 = Hambatan Kedua (Ω atau Ohm)
R3 = Hambatan Ketiga (Ω atau Ohm)
Karakteristik Rangkaian
Listrik
a. Hukum Kirchoff
Menurut hukum Kirchoff, besar arus listrik yang masuk ke dalam titik cabang kawat penghantar nilainya sama dengan besar arus listrik yang keluar dari titik cabang kawat penghantar tersebut. Secara sistematis dituliskan,
Contoh soal:
Perhatikan gambar berikut !!
Jika diketahu I1= 2A, I3=5A,
dan I2=4A. berapakah I4=…..?
Untuk memahaminya kita menggunakan hukum kirchoof 1
dimana
b. Rangkaian GGL pada rangkaian tertutup
Baterai baru yang belum dipakai umumnya
memiliki Gaya Gerak Listrik (GGL) = 1,5 V. Artinya sebelum dirangkaikan
untuk menghasilkan arus listrik, di antara kutub-kutub baterai ada tegangan
sebesar 1,5 V. Jika baterai dihubungkan dengan suatu rangkaian sehingga ada
arus yang mengalir, maka tegangan di antara kutub-kutub baterai disebut tegangan
jepit. Perbedaan besar GGL dan tegangan jepit baterai terjadi karena adanya
hambatan dalam pada baterai.
Menurut Hukum Ohm, besar kuat arus yang
mengalir pada rangkaian tertutup adalah:
Sehingga, besar tegangan jepitnya
menjadi,
I ∙ R = E - ( i ∙ r )
V = E - ( i ∙ r )
dengan:
r =
hambatan dalam (Ω)
R =
hambatan luar (Ω)
E =
GGL baterai (volt)
V =
tegangan jepit (volt) I = arus listrik (ampere
Sumber Arus Listrik
Listrik adalah energi, sehingga sesuai
dengan hukum kekekalan energi, untuk menghasilkan energi listrik perlu adanya
alat yang dapat mengubah energi lain menjadi energi listrik. Secara umum,
sumber arus listrik terdiri atas dua jenis, yaitu sumber arus searah Direct
Current (DC) dan sumber arus bolak-balik Alternating Current (AC).
Sumber-Sumber Energi Listrik
energi listrik adalah bentuk energi yang
mudah diubah menjadi bentuk energi lain. Lampu mampu merubah energi listrik
menjadi cahaya, kipas angin merubah energi listrik menjadi energi kinetik,
setrika listrik berfungsi merubah energi listrik menjadi panas.
Besar energi listrik yang telah diubah menjadi
bentuk energi lain, ditentukan berdasarkan kerja atau usaha (W) yang telah dilakukan
oleh peralatan-peralatan listrik tersebut.
Daya listrik menyatakan
laju energi listrik yaitu jumlah energi listrik yang dikonversi menjadi energi
bentuk tiap satuan waktu. Sebagai contoh televisi dengan daya 200 watt artinya
televisi tersebut mengggunakan energi listrik sebanyak 200 joule setiap sekon.
Daya listrik dirumuskan sebagai berikut
Sehingga
Dari sini kamu bisa menghitung pemakaian daya
listrik yang ada dirumahmu masing-masing !!!
Sumber Energi alternative
Tahukah kamu, bagaimana cara
membangkitkan energi listrik yang biasa kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari? Apa hanya dari minyak bumi dan batubara saja? Mengingat
keterbatasan energi tambang, kini listrik tidak hanya dihasilkan dari minyak
bumi atau batu bara, tetapi juga dari energi matahari, angin, air, dan
bioenergi. Sumber-sumber energi tersebut merupakan energi alternatif karena
ketersediaannya di alam yang dianggap sangat melimpah atau tidak akan pernah
habis jika digunakan. Agar mengetahui berbagai sumber energi alternatif
tersebut, bacalah uraian berikut dengan saksama.
a.
Energi Matahari
Energi
matahari merupakan sumber energi terbesar dan paling melimpah. Melalui
penggunaan panel surya, energi matahari dapat diubah menjadi energi listrik.
Energi yang diperoleh saat matahari bersinar terang akan disimpan dalam baterai
agar dapat digunakan saat cuaca mendung atau bahkan malam hari. Pada saat cuaca
mendung, energi listrik yang diperoleh tidak dapat dihasilkan secara maksimal.
b.
Energi Angin
Angin adalah salah satu contoh sumber
energi alternatif yang dapat digunakan untuk membangkitkan energi listrik.
Energi gerak, yang dihasilkan oleh gerakan angin terhadap kincir, diubah oleh
generator menjadi energi listrik. Berbeda dengan batu bara, gas, dan minyak
bumi, kincir angin tidak menyebabkan polusi bagi lingkungan, sehingga kincir
angin dipercaya ramah lingkungan.
c.
Energi Air
(hydropower)
Air yang mengalir dari hulu ke hilir, khususnya pada sungai-sungai yang deras, dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif untuk membangkitkan energi listrik. Arus air sungai tersebut dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin yang terhubung pada generator sehingga energi listrik dapat dihasilkan.
d.
Bioenergi
Bioenergi adalah energi yang diperoleh dari biomassa.
Biomassa merupakan bahan organik yang berasal dari makhluk hidup, baik dari
tumbuhan maupun hewan. Limbah dari budidaya pertanian, perkebunan, kehutanan,
peternakan, maupun perikanan juga dapat digunakan sebagai sumber bioenergi.
Energi yang diperoleh dari biomassa ini dapat diubah menjadi energi listrik dengan cara mengolah biomassa menjadi bahan bakar nabati, misalnya etanol atau biodisel. Bahan bakar nabati ini selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan bakar generator atau diesel untuk menghasilkan listrik.














